Monday, April 7, 2014

Adab Dakwah Elektronik Melalui Gadget/Handheld ( via: BBM, WA, dll.)


Tidak bisa dipungkiri bahwa peran alat komunikasi canggih sangat besar terhadap dakwah ahlussunnah, terutama di zaman sekarang ini. Jangkauan dakwah semakin luas mencapai pelosok dunia. Dengan tekanan huruf-huruf pada alat komunikasi ini, seorang yang berada jauh dari tempat menuntut ilmu dapat turut mendapat manfaat dari tempatnya menetap.

Tentunya fenomena ini membuka lahan baru dunia dakwah, tidak hanya secara langsung di majelis-majelis ulama di suatu tempat tertentu, bahkan majelis tersebut bisa dihadiri oleh ribuan bahkan jutaan orang dengan perantara gadget ini. Namun ketidakpahaman beberapa da'i atau penuntut ilmu yag mencoba terjun ke lahan ini akan adab ber-gadget, bisa jadi malah menjauhkan manusia dari dakwah yang haq. Sungguh kelembutan disertai akhlaq yang baik dalam melayani pertanyaan ummat adalah wajib dimiliki bagi seseorang yang berdakwah di media ini. 

Rasulullah bersabda,

إِنَّالرِّفْقَ لاَيَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَ عُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek” [Shahih Muslim No.2594]



Perlu diingat bhw Gadget handheld itu adalah alat komunikasi milik pribadi, mencerminkan kepribadian penggunanya. Pendakwah yg memakai fasilitas ini, perlu mengetahui adab-adab dalam memakainya.



Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Jangan lupa ucapan salam ketika disapa oleh org di contact anda, tidak perlu menunggu org memberi salam dulu, yg lebih dahulu mk itulah yg terbaik,

RasulullahShallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِاللَّهِ مَنْ بَدَأَهُمْ بِالسَّلَامِ .

“Sesungguhnya orang yang paling utama bagi Allah, adalah orang yang lebih dulu memberikan salam." [Sunan Abi Dawud/Kitab Al-Adab/Bab fi Fadhl Man Bada`a bi As-Salam/hadits nomor 4522. Al-Baihaqi juga meriwayatkan hadits ini dalam Syu’ab Al-Iman(8518). Hadits shahih. Lihat; Shahih Sunan Abi Dawud (5197), Shahih At-Targhib wa At-Tarhib (2703), dan Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir (3774).]


2. Atur kata-kata anda layaknya sedang bertatap muka secara langsung dg lawan bicara anda. 

Gunakan "symbol emotion" yg tersedia utk mendukung realitas percakapan yg sedang berlangsung. Lontarkan emo senyuman pada lawan chatting anda. Senyum kepada lawan bicara, atau orang yang ditemui, akan mencairkan hati dan menimbulkan kebahagiaan. Tidak ada hati yang fitrah dan bersih kecuali pasti akan memberikan respon positif terhadap senyuman. Wajah yang penuh senyuman adalah akhlak Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. 

DariJarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu : “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padaku” [HR. Bukhari, no.6089.]


3. Bila pesan sudah anda "Read" maka segera anda jawab, lawan bicara tahu anda sudah membacanya dengan symbol "R", bila anda sedang tidak ingin menjawab, anda bisa katakan "nanti saya kembali pd anda  إن شاء الله ". 

Apakah org bertamu ke rmh, anda sudah melihatnya, namun anda tinggalkan begitu saja tanpa sepatah katapun? Ini tdk sopan!

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda: “Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaq-nya” [HR. Tirmidzi no.1162, ia berkata: “Hasan shahih”]




4. Ingatlah, anda mengemban dakwah salaf yang mulia, dan handheld itu milik pribadi anda, cermin diri anda (bagi org lain), maka beradablah dalam bekomunikasi dengan alat itu. Jangan membuat orang lari dari dakwah hanya karena anda tidak bisa menerapkan adab komunikasi elektronik ini.

Rasulullah bersabda,

يَسِّرُوْا وَلاَ تُعَسِّرُوْا، وَبَشِّرُوْا وَلاَ تُنَفِّرُوْا

“Mudahkanlah dan jangan kalian persulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian membuat orang lari” [HR. Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1734]


Bila adab di atas tdk bisa anda terapkan, maka lebih baik "BUANG GADGET ANDA", berdakwalah dengan jalan dimana anda bisa beradab di dalamnya. Karena bilamana anda tidak memiliki dan mengaplikasikan adab yang baik dalam menggunakannya, maka anda hanya akan merusak dakwah ahlussunnah.


Wabillahi taufiq, salam dan solawat kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat beliau.


By: Abi Zam
Bandung, 7 Jumaddil 'akhir 1435 H
#BelajarIslam di: www.kisahrasulnabisahabat.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim)